Menikmati Festival Tulip Di Istanbul

Sepanjang hidupku, aku percaya bahwa tulip berasal dari Belanda, tetapi ternyata itu salah. Pada kenyataanya tulip diimpor pada abad ke-16 dari Kekaisaran Ottoman alias Turki ke Belanda. Turki dan tulip seperti sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Di bawah pemerintahan Sultan Ahmed III, Turki dikenal di Era Tulip-nya. Waktu itu, tulip sangat populer, ia juga menjadi simbol kekuasaan dan kekayaan, menggambarkan Sultan Ottoman.

Nama tulip sendiri berasal dari bahasa Persia yakni ‘Tulipan’ yang berarti sorban. Hal ini karena pada masa itu, para sultan mengenakan tulip di turban mereka, selain itu bentuk tulip sangat mirip dengan sorban. Sampai sekarang, tulip atau dikenal sebagai lale di Türkçe memainkan aturan penting bagi seni dan budaya Turki. Tulip juga merupakan bunga nasional Turki.

Sebagai seorang yang tinggal Istanbul, aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat bunga yang indah itu. Terima kasih Tuhan, pemerintah Istanbul mengadakan Festival Tulip Istanbul selama bulan April, tahun ini adalah ke-13 kalinya festival itu digelar. kamu dapat dengan mudah menemukan tulip di setiap sudut di Istanbul, dari taman besar yang terkenal hingga taman kecil di setiap distrik. Tapi, yang paling ditunggu tentu saja adalah karpet tulip terbesar di dunia.

Tulip Carpet @ Sultan Ahmet Square

Setiap tahun, Kota Metropolitan Istanbul membuat karpet tulip terbesar di dunia. Berlangsung di Alun-Alun Sultan Ahmet (tepatnya di depan Hagia Sophia), kita bisa melihat karpet tulip berukuran 1.734 meter persegi terbuat dari 565.000 warna tulip berbeda dan membuat motif karpet Turki

Ketika aku membaca informasi di internet, jumlah tulip untuk membuat karpet memiliki arti tersendiri. 565.000 tulip dibuat sebagai karpet besar untuk memperingati 565 tahun penaklukan Istanbul oleh Fatih Sultan Mehmet. Oleh karena itu, setiap tahun jumlah tulip terus bertambah.

Tentu saja aku sangat ingin melihat karpet tulip terbesar di dunia, karena hampir setiap papan iklan di Istanbul menayangkan iklannya. Jadi, aku melewatkan kelas untuk pergi ke sana.  Karena di akhir pekan, pasti bakal menjadi lautan orang. Dan benar saja, kondisi kota cukup ramai, tetapi aku masih bisa mengambil foto yang tepat dari karpet tulip. Rasanya aku harus mengatakan itu sangat menakjubkan untuk melihat bagaimana seniman membuat karpet besar dari ratusan ribu tulip. Hal lain yang menakjubkan tentang acara ini adalah setiap Lapangan Sultanahmet dihiasi oleh tulip dengan banyak warna.

Taman Emirgan: Tempat Terbaik untuk Menikmati Tulip

Jauh sebelum aku tinggal di Turki, aku sering mendengar tentang tempat ini. Mereka mengatakan itu seperti Keukenhof versi Turki. Jadi ketika musim semi tiba, pergi ke Emirgan jelas merupakan suatu keharusan! Taman Emirgan sendiri terletak di Sarıyer, sebuah distrik menawan di sisi Eropa, sangat dekat dengan Selat Bosphorus.

Pada akhir pekan, aku menyempatkan diri pergi ke sana. Hari itu Istanbul benar-benar penuh sesak, dengan transportasi dan lalu lintas yang sangat padat. Aku harus menggunakan 4 transportasi berbeda untuk mencapai Taman Emirgan. Perjalanan bus cukup menyenangkan, karena bus melewati Bebek, salah satu distrik paling indah di Istanbul. Aku sangat suka daerah itu, karena terletak di sisi Bosphorus dan ada begitu banyak rumah dan kafe yang lucu. Ada juga Rumeli Hisari benteng indah yang terletak di sana juga.

Akhirnya, setelah 2,5 jam perjalanan aku sampai di Taman Emirgan. Tamannya cukup lengang, mungkin karena sudah jam 5 sore dan hujan mulai turun. Tetapi itu tidak membuat keinginan aku untuk melihat tulip hilang. Jadi, aku mengikuti jalan menuju taman. Ya Tuhan, itu indah sekali. aku akhirnya bisa melihat tulip dari dekat. Ada begitu banyak warna tulip, merah, ungu, merah, merah muda,dll. Tulip favoritku adalah ungu tua, hampir terlihat seperti tulip hitam. Mistik namun begitu indah.

Ketika aku berjalan melewati taman, itu menjadi semakin indah. Salah satu sudut favorit aku dari taman adalah kolam dan sisi di mana aku bisa melihat Jembatan Fatih Sultan Mehmet dari sana. Aku pergi sendirian hari itu sehingga tidak ada yang bisa mengambil fotoku. Aku ragu untuk meminta tolong agar difotoin. Bagaimana jika mereka mengambil kamera dan ponselku ?! Ya, aku cukup paranoid dengan hal tersebut.

Tahun depan, aku akan kembali ke tempat yang indah ini, mungkin berpiknik, mengambil lebih banyak foto, atau hanya berjalan sambil mengagumi tulip. Tidak hanya dua tempat yang memiliki tulip, tetapi di mana-mana di Istanbul adalah seperti taman tulip raksasa di awal musim semi. Tapi untuk sekarang, musim tulip sudah berakhir. Sampai jumpa lagi tahun depan, tulip yang indah.

Leave a Comment