Short Gateway in Malang: Museum Tubuh and Museum Angkut

museum-tubuh-bagong-malang

Last September, my cousin was having a wedding reception in Surabaya, East Java. Even though it was out of town, I decided to came because I was so tired at work and needed some time away. I asked for two days off, then flew to Surabaya. The wedding was held at Thursday, so I had 3 days to spare before going back to reality. We decided to go to Batu, Malang.

We (me and my parents) went to Malang on Friday afternoon and arrived around 5 pm. After reached Batu, I immediately open pegipegi on my phone browser, because I haven’t book a room yet. I really like to use pegipegi.com everywhere I went travel, because the hotel price was cheaper compare to others (beside, you could also get a cash reward!). You could find so many hotels in just one two tap. After browsing around pegipegi.com, I chose to stay in Kartika Wijaya Heritage Hotel.

Continue reading

Back to the Joseon Dynasty

11

Rasanya ga lengkap kalau jalan-jalan ke suatu negara tapi ga mampir ke historical places. Saat saya ke Korea Selatan Februari kemarin, saya juga menyempatkan diri untuk mampir ke beberapa historical places di Seoul. Korea Selatan memang terkenal dengan sejarah kerajaannya dulu. Apalagi ditambah K-Drama yang banyak menceritakan sejarah Korea, saya jadi makin penasaran deh untuk wisata sejarah di Seoul.

Wisata sejarah saya di Seoul di mulai dari Gyeongbokgung Palace. Untuk mencapai Gyeongbokgung Palace, fellow traveler harus menaiki subway ke Gyeongbokgung Palace Station. Suasana stasiunnya sendiri sudah kental dengan nuansa dinasti Korea jaman dahulu. Ada banyak artefak, mural, dan installation art di dalam stasiun ini. Sambil menghangatkan tubuh, saya memutuskan untuk foto-foto dulu.

Continue reading

Crossed It Off From the Bucket List: Seoul World Cup Stadium

12670075_10153851193389898_957944351186510128_n

Saya inget banget pertama kali saya menonton bola, yaitu saat Piala Dunia 2002. Saat itu saya masih kelas 4 SD dan setiap pulang sekolah anteng depan TV nonton bola. Waktu itu, karena venue Piala Dunia di Jepang dan Korea Selatan, jadi waktu pertandingannya tuh masih sore-sore gitu, pas lah sama jam pulang sekolah. Saya inget banget tim yang saya dukung itu tim Jerman. The one and only reason is Miroslav Klose!

Fast forward ke 2016, saya yang what-so-called football fanatic, pun berkesempatan berkunjung ke Korea Selatan. Saya langsung inget dong kalau negara ini pernah jadi tuan rumah perhelatan sepak bola terbesar dan juga pertandingan-pertandingan di negara ini lah yang membuat saya jadi suka sepak bola. Berkunjung ke Seoul World Cup Stadium akhirnya saya masukkan ke dalam itinerary saya di Seoul.

Continue reading

Mesmerizing Istanbul

IMG_0965

Perjalanan saya di Turki pun berlanjut ke Istanbul, kota dengan penduduk terbanyak di Turki. Bahkan karena saking terkenalnya Istanbul, kota ini sering disalah pahami sebagai ibukota Turki. Padahal ibukota Turki adalah Ankara.

Sebenarnya, saat pertama kali menjejakkan kaki di Turki, saya mendarat di Istanbul Ataturk Airport di kota Istanbul. Namun karena schedule tur, saya harus mengelilingi kota lain dulu dan kemudian mampir di Istanbul semalam sebelum kembali ke Jakarta lewat bandara yang sama.

Continue reading

The Breathtaking Cappadocia

IMG_4077

Saya sudah lama bercita-cita pengen ke Cappadocia. Kenapa? Tentu saja karena pengen naik balon udara. Awalnya, saya cuma tau Cappadocia karena it is famous for its hot air balloon destination. But, Cappadocia is so much more than hot air balloon...

Perjalanan saya ke Cappadocia dimulai dari kota Pamukkale. Meskipun perjalanan yang cukup lama, yaitu sekitar 15 jam, tapi saya tidak merasakan lelah sama sekali. Mungkin karena excited dan juga mampir-mampir di destinasi wisata di sepanjang rute menuju Cappadocia. Saya sempat mampir ke kota Dinar dan nyicip opium seed yoghurt. Etsss, jangan salah paham dulu, katanya opium yang diolah jadi yoghurt itu legal karena belum diolah dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Rasanya? Asem.

Continue reading

Ruins of Ephesus, the Greek Ancient City

Library of Celcus

Turki memang terkenal dengan wisata sejarahnya, terutama reruntuhan jaman Romawi kuno. Di hari ke empat saya di Turki, saya mengunjungi Ruins of Ephesus yang terletak di kota Selcuk. Ruins of Ephesus merupakan kota Romawi kuno yang berumur sekitar 2000 tahun. Saat masa kejayaannya dulu, Ephesus ini merupakan kota Romawi terbesar kedua setelah Roma.

Saya masuk dari area Selatan dan langsung disambut pemandangan reruntuhan kota yang dikelilingi oleh bukit-bukit. Ephesus sendiri cukup besar, karena itu saya tidak terlalu berlama-lama di satu spot karena waktu yang cukup terbatas. Salah satu spot yang bikin saya takjub adalah Odeon, indoor theater yang memiliki kapasitas lebih dari 1500 orang. Konon, Odeon ini digunakan untuk rapat pemerintah atau konser. Saya pun iseng naik sampai ke atas Odeon. Dari situ, kita bisa melihat bukit-bukit yang mengelilingi Ephesus. Satu kata, indah.

Continue reading

Melihat Reruntuhan Perang Troya

Kuda Troy

Fellow travelers pernah menonton film Troy yang dibintangi oleh Brad Pitt? Saya sendiri sih belum pernah nonton, sampai saya ‘dipaksa’ untuk menonton Troy di bus dalam perjalanan dari Selat Izmir ke Kota Canakkale, Turki.

Singkat cerita, Troy merupakan film yang menceritakan tentang perang Troya. Berdasarkan mitologi Yunani, Troy merupakan kota yang dihuni dengan damai oleh bangsa Akhaia. Namun semua berubah saat kakak beradik Paris dan Hector datang ke Spartan untuk menjalin kerja sama. Namun ternyata, si Paris ini jatuh cinta sama istri raja Spartan, Helen.

Continue reading

Kenali Sejarah Perbankan di Kota Tua

Akhir-akhir ini saya lagi tertarik untuk mengunjungi museum. Alasannya sih cukup mainstream, yaitu pengen hunting foto buat instagram. Hahahaha! Saya pun mencari teman untuk menemani saya jalan-jalan. Melalui grup Line, saya pun membuka wacana untuk pergi ke Kota Tua. Sayangnya, hanya beberapa orang saja yang bisa ikut, Nelly, Dita, dan Wildan karena memang cuma kami doang yang gabut diantara teman-teman yang lain masih sibuk magang.

Kamis 18 September lalu kami pun akhirnya melancong ke Kota Tua. Kami semua pun setuju untuk bertemu di halte busway Stasiun Kota. Perjalanan saya naik busway cukup memakan waktu, yaitu hampir 1,5 jam karena harus menunggu lama busway dari arah Pluit. Padahal di jalan ga macet sama sekali. Andai aja armada busway banyak dan interval tunggunya jelas.

Continue reading

Wisata Pantai dan Laskar Pelangi di Belitung

487620_10151382609744898_342742670_n

Berjalan-jalan ke Pulau Belitung pasti mengingatkan kita dengan cerita Laskar Pelangi. Nama Kepulauan Belitung memang menjadi booming seiring dengan kesuksesan film Laskar Pelangi yang disadur dari novel karya Andrea Hirata, putra asli Belitung. Semenjak itu, wisatawan domestik maupun luar negeri berbondong-bondong datang ke Negeri Laskar Pelangi tersebut.

Continue reading

Museum Kata: Saat Seni dan Sastra Berpadu

734719_10151306788549898_538076204_n

Sudah pernah nonton atau baca buku Laskar Pelangi? Pasti tahu dong siapa penulisnya? Yap, Andrea Hirata! Penulis asal Pulau Belitong ini ternyata memiliki museum yang memamerkan karya-karya sastranya dan berbagai memorabilia Laskar Pelangi. Terletak di Desa Linggang, Kecamatan Gantong, Bangka Belitung, Museum Kata Andrea Hirata menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika Anda berkunjung ke Belitong.

Continue reading