The Breathtaking Cappadocia

IMG_4077

Saya sudah lama bercita-cita pengen ke Cappadocia. Kenapa? Tentu saja karena pengen naik balon udara. Awalnya, saya cuma tau Cappadocia karena it is famous for its hot air balloon destination. But, Cappadocia is so much more than hot air balloon...

Perjalanan saya ke Cappadocia dimulai dari kota Pamukkale. Meskipun perjalanan yang cukup lama, yaitu sekitar 15 jam, tapi saya tidak merasakan lelah sama sekali. Mungkin karena excited dan juga mampir-mampir di destinasi wisata di sepanjang rute menuju Cappadocia. Saya sempat mampir ke kota Dinar dan nyicip opium seed yoghurt. Etsss, jangan salah paham dulu, katanya opium yang diolah jadi yoghurt itu legal karena belum diolah dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Rasanya? Asem.

Selain mampir di kota Dinar, saya juga mampir di Sultanhani Caravanserai yang terletak di pinggir kota Cappadocia. Caravanserai dulu digunakan para musafir atau pedagang yang melewati silk route sebagai tempat peristirahatan. Dari namanya aja, Caravanserai atau caravan, kita bisa tau kalo tempat ini merupakan penginapan. Tapi saat ini udah ga digunakan untuk penginapan lagi dan dijadikan lokasi wisata. Saya juga sempet mampir ke Seratli Underground City, yaitu kota bawah tanah yang dibangun sebagai tempat persembunyian dan pertahanan saat perang terjadi. Saat saya masuk ke sini, pikiran saya langsung berimajinasi seakan-akan hidup di kartun Flintstone.

IMG_3545IMG_3560

Saya tiba di Cappadocia cukup malam dan langsung istirahat karena jadwal esok hari cukup padat. Salah satunya adalah hot air balloon ride! Awalnya, saya tidak diijinkan untuk naik balon udara karena cuaca yang berangin dan juga karena harga naik balon udara yang cukup mahal, yaitu sekitar USD 220. Saya sendiri sempet bingung, naik atau engga naik balon udara? Harganya itu loh, bisa buat beli tiket pesawat pp ke Singapore atau Bali. Tapi setelah perdebatan hati (cie gitu) dan perdebatan dengan orang tua, saya memutuskan untuk ikut naik balon udara, walaupun orang tua dan adek saya ga ikut naik dan saya harus naik sendirian (turns out Ayah dan adek gue ikutan juga).

Sayang sekali, karena cuaca yang tidak memungkinkan, saya dan rombongan batal untuk naik balon udara keesokan paginya. Kata tour guide saya, masih bisa dicoba besok pagi sebelum berangkat ke kota berikutnya. Karena ga jadi naik balon udara, paginya saya dan rombongan pun langsung city tour.

Tujuan pertama adalah Goreme Open Air Museum. Menurut tour guide saya, museum ini merupakan UNESCO World’s Heritage Sites. Saya sendiri ga heran kalau museum ini dilindungi UNESCO because the place is so amaziiiiinggggg!!! Museum ini dikelilingi semacam gua-gua yang berjejer rapi nan indah. Ternyata, gua-gua itu pada sekitar abad ke 11 digunakan sebagai gereja dan biara. Di dinding dan langit-langit gua, terdapat berbagai lukisan dan mozaik Kristus. Sayang pengunjung dilarang foto-foto di dalam gua.

IMG_3631 IMG_3654 IMG_3763

Karena konsepnya yang open air, tentu museum ini membuat saya menggigil, karena saya dateng di musim dingin. Walaupun udah lengkap pake long john, syal, coat, sarung tangan, tapi saya tetep aja kedinginan. Mungkin kalau fellow traveler berkunjung di musim panas, udaranya bakal panas banget. So, don’t forget to put your sunnies on!

Setelah puas foto-foto dan mainan salju di Goreme Open Air Museum, saya pun lanjut ke tujuan berikutnya, yaitu Pigeon Valley. Dari namanya aja udah bisa ditebak kalau bakalan banyak banget burung merpati. Pigeon Valley ini pada dasarnya cuma bukit yang terletak di pinggir jalan. Dari sini, kita bisa lihat panorama Goreme yang dikelilingi oleh bukit-bukit coklat yang lancip-lancip dan dinamakan fairy chimney. Batu-batu itu bisa lancip karena adanya erosi alami.

IMG_3848

Belum cukup puas menikmati keindahan landskap Goreme yang indah, saya pun berkunjung ke Uchisar Village. Dari bukit Uchisar ini, panorama Goreme sungguh indah. Dengan lanskap yang terlihat gersang, saya seakan-akan berasa lagi di Mars, padahal masih di Bumi. Ga heran kalo Cappadocia ini sering dijadiin lokasi syuting untuk planet luar angkasa.

IMG_3935 IMG_3950

Setelah itu, saya diajak untuk ke tempat pembuatan keramik, yaitu Chez Galib. Galib sendiri merupakan pembuat keramik yang sangat terkenal di Turki, bahkan namanya sendiri cukup mendunia di dunia perkeramikan. Awalnya saya males banget ke tempat-tempat kayak gini, karena pasti ujung-ujungnya jualan. Tapi semua berubah ketika pengunjung diperlihatkan cara membuat keramik oleh artis lokal. Pas masuk ke showroom keramik, wow keren banget semua keramiknya! Setiap keramik diberi gambar dan warnanya, bikin ngiler! Sayang harganya berpuluh-puluh juta 😦

IMG_3968 IMG_3982 IMG_3989

Malam harinya, saya  dan keluarga saya mengikuti Turkish Night yang optional dari tur, jadi kami harus membayar sekitar USD 50 untuk menikmati tari-tarian Turki. Acara diadakan di sebuah restoran yang berada di dalam gua dan dibuka oleh penampilah Sufi dance. Pusing juga ngeliat mereka muter-muter 30 menit. Tapi keren sih. Terus dilanjut sama wedding dance yang biasanya ditampilkan di pernikahan-pernikahan Turki. Pengunjung pun juga diminta untuk ikutan nari, bahkan saya sampai ditarik-tarik sama salah satu penarinya untuk ikutan. Yaudah terpaksa yah. Tariannya sih cukup banyak dan disajikan dalam durasi 2 jam dan ditutup dengan belly dance.

IMG_4007

Setelah puas seharian menikmati keindahan Cappadocia, saya pun kembali ke hotel dan kembali beristirahat lebih awal karena besok pagi-pagi sekali saya dan rombongan akan dijemput untuk naik balon udara. Yay!

Checked One of My Ultimate Bucketlist: Hot Air Ballon!

Awalnya saya udah pasrah saat orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk naik balon udara karena angin di Turki cukup kencang dan udara yang super dingin. Saya pun tambah pasrah pas dikasih tau kalau harga naik balon udara itu USD 220.

Tapi, sepanjang perjalanan dari Pamukkale ke Cappadocia, tour guide saya tak henti-hentinya mengajak setiap peserta tur untuk ikutan naik balon udara. Dia bilang “Hot air balloon in Cappadocia is the highlight of Turkey”. Ya walaupun saya tau itu jualan, tapi saya jadi makin tergoda untuk naik balon udara. Setelah membujuk orang tua saya (sambil berkaca-kaca), saya pun akhirnya diizinkan naik balon udara. Sendirian. Soalnya orang tua dan adik saya ga mau ikutan. Yaudah saya mah bodo amat, yang penting bisa naik balon udara! (Akhirnya, ayah dan adek saya ikutan juga tuh!)

Akhirnya, di pagi kedua di Cappadocia, rombongan saya dijemput di hotel jam 5 subuh menggunakan van oleh operator balon udara yang digunakan oleh tur kami, kalo gasalah namanya Koya Balloons. Perjalanan dari hotel ke lokasi balon udara cukup memakan waktu sekitar 20 menit. Sampai di lokasi, kami ga otomatis ke lapangan tempat terbang. Peserta diminta untuk menunggu karena operator harus memantau kecepatan angin dulu.

Saya sampai was-was sendiri takut ga jadi terbang, karena matahari sudah terbit tapi kami tidak juga dipanggil untuk terbang. Padahal kan waktu yang paling bagus untuk terbang itu sebelum matahari terbit, jadi bisa melihat sunrise dari atas balon udara. Setelah hampir sejam menunggu, akhirnya kami dipanggil untuk segera menuju lokasi terbang. WOHOOOO I’M SO EXCITED!!! I’M FINALLY GONNA BE ON  A HOT AIR BALLOON!

Setelah tiba di lapangan, kami langsung disuruh untuk naik ke dalam keranjang. Setiap keranjang muat untuk sekitar 20 orang. Jadi, saya dan rombongan berada di satu keranjang yang sama. Setelah semuanya masuk ke dalam keranjang, pilot segera memberikan instruksi apa yang harus dilakukan saat take off dan landing, yaitu harus jongkok! Karena keadaan keranjang yang cukup sempit, kami sempat kesusahan untuk jongkok.

IMG_4030

Akhirnya, setelah diberikan instruksi untuk berdiri, ternyata balon udara sudah terbang. Saya seneng banget, di atas balon saya ga berhenti foto-foto pake tongsis hahaha. Pemandangan dari atas balon bener-bener indah. Pemandangan lembah Cappadocia yang unik ditambah ratusan balon udara warna-warni yang semakin mempercantik pagi. Naik balon udara ternyata ga semenyeramkan yang dikira kok. Mulus banget. Saya bahkan berkali-kali melihat ke bawah dan sempet gemeteran dikit karena posisi balon yang cukup tinggi. Alhamdulillah, akhirnya saya diberikan kesempatan untuk naik balon udara di Cappadocia and finally cross the hot air balloon on my bucket-list!

IMG_0883 IMG_4077 IMG_4088

Oh iya, kalau mau naik balon saat winter, jangan lupa pake long john, coat, syal, kupluk, dan baju berlapis-lapis ya! Meskipun saya sudah memakai itu semua, saya masih aja tetap kedinginan sampe gigi gemerutuk. Pas di  di udara, angin ga begitu kenceng dan dingin sih, tapi pas di darat, brrrr……

Setelah 30 menit berada di udara, melewati lembah demi lembah,  tiba-tiba pilot memberikan pengumuman kalau balon akan segera mendarat. What? Bukannya kita harusnya mengudara selama sejam?! Turns out karena angin sudah tidak memungkinkan. Awalnya saya sedih, tapi tiba-tiba hujan salju turun. Ah makin indah aja pemandangan dari atas Cappadocia ❤

Ternyata, kami akan tetap mengudara selama sejam. Yay makin lama deh nikmatin pemandangan Cappadocia. Proses landing katanya akan dilakukan di atas sebuah mobil yang belakangnya datar gitu. Pilot pun memberikan instruksi agar kami kembali dalam posisi jongkok. Eh tau-taunya, kami mendarat langsung di tanah! Asli, guncangannya sempat membuat jantung hampir putus, mana pas mendarat keranjang dalam posisi berguling dan terbalik. Ternyata memang seperti itu prosedurnya kalau balon harus mendarat langsung di tanah.

IMG_4140

Setelah semua peserta keluar dari keranjang, para kru balon udara pun langsung segera membuka meja lipat dan menyajikan champagne dan berbagai souvenir seperti kaos, pin, dan juga foto-foto peserta. Peserta pun langsung bersulang merayakan pendaratan balon yang cukup menegangkan yet memorable!

IMG_4159 IMG_4161

Setelah turun dari balon udara, saya ga berhenti bersyukur for such an amazing experience 🙂

IMG_4165

Advertisements

11 thoughts on “The Breathtaking Cappadocia

    • Aku pun awalnya galau dulu, abis harganya ga sanggup. Tapi kapan lagi ya kan naik balon udara, di Cappadocia pula! Eh btw, aku tunggu post Jepang ya sis :3

      • Iya bener haha paling kalo aku jadi kamu aku akan melakukan hal yang sama. Tunggu yah! Ini lagi curi-curi waktu buat nulis post dan edit foto plus videonya huhu

  1. Hi Via,
    Boleh tau total all-in dari Tour yang di pakai Via ke Turki berapa dollar / rupiah ya?
    Terus itu harga dari tour nya emang sejak awal sudah diberitahukan exclude naik balon udara di Cappadocia kah? 😦 lumanyun juga 220 USD
    Someday, i wish i can go to Turkey too 🙂

  2. Hi ka via, seru banget liat liat blognya, semoga nanti kita bisa travelling bareng ya di Turki. Oh ya sebenernya harga hot air balloon gak semahal itu kok apalagi pas winter gitu. Mungkin karna saat itu kak via jadi tourist aja kali ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s