Karimun Jawa, A Little Piece of Heaven on Earth

Saya sudah lama ingin berkunjung ke Karimun Jawa. Akhirnya setelah rencana ke Karimun Jawa gagal 2 kali, akhirnya tercapai juga ke Karimun Jawa pada akhir Juli kemarin bersama kedua orang tua dan adik saya. Kami memutuskan untuk membawa mobil, karena dengan membawa mobil kami bisa mampir di beberapa kota sekaligus. So let the road trip begin…

Karimun Jawa pada dasarnya bisa diakses melalui dua kota, Semarang dan Jepara. Kami sendiri memutuskan untuk pergi ke Karimun Jawa melalui Jepara. Setelah perjalanan sekitar 2,5 jam dari Semarang, kami akhirnya tiba di Jepara malam hari. Karena keberangkatan ke Karimun Jawa baru ada keesokan harinya, akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam di Jepara.

Tiket kapal penyeberangan kami sendiri sebelumnya sudah dibelikan oleh teman Ayah saya yang tinggal di Jepara. Menurut informasi, tiket kapal penyeberangan ke Karimun Jawa harus dibeli jauh-jauh hari. Sebenarnya gapapa sih kalau mau dibeli saat itu juga, tapi kan kadang-kadang rame tuh, daripada ga kebagian tiket mending cari aman aja. Kapal penyeberangan ke Karimun Jawa dari Jepara kalau ga salah ada dua jenis, Kapal Siginjai dan Kapal Express Bahari. Kalau dari Semarang, ada Kapal Kartini.

Kami sendiri menumpang Kapal Express Bahari. Harga tiketnya 150 ribu untuk kelas eksekutif. Pagi hari sekitar jam 8.30, kami sudah berada di Pelabuhan Kartini. Pagi itu, cukup banyak orang yang ingin menyebrang. Apalagi bule. Wah ternyata bule juga udah pada tau tentang Karimun Jawa yah!

Jam 10 pagi, kami akhirnya diperbolehkan untuk boarding ke dalam kapal. Kapalnya sendiri nyaman dengan pengaturan duduk 3-3-3. AC di dalam kapal juga sejuk. Sayang, ruang kaki tempat duduknya agak sempit. Kapal pun mulai berangkat. Di pertengahan jalan, saya mulai mabok laut karena ombak cukup terasa. Untuk mengatasi mabok, saya memaksakan diri untuk tidur, daripada muntah kan.

Setelah 2,5 jam perjalanan yang tak nyaman karena saya menahan mabok laut, akhirnya sampai juga di Karimun Jawa. Kesan pertama, ya ampun air laut di dermaganya aja bening banget! Ikan-ikan hias kecil yang sedang berenang pun kelihatan.

Ternyata kami sudah dijemput oleh kenalan teman Ayah saya yang di Jepara itu, namanya Pak Taqim. Kami pun kemudian naik mobilnya (ya, Karimun Jawa ada mobil dan motor, kirain saya ga ada) dan dibawa ke rumahnya yang ternyata juga adalah sebuah homestay, namanya Lisshafa Homestay. Kami pun dipersilahkan lihat dulu, mau di tinggal di homestay dia atau di tempat lain. Ya kami langsung mengiyakan di homestay dia lah, soalnya rumahnya bersih banget! Harganya juga terjangkau, 100 ribu untuk kamar dengan fan dan 250 ribu untuk kamar dengan AC. Kami pun akhirnya pilih kamar fan aja, karena kalau pilih AC pun baru bisa digunakan setelah jam 6 sore.

Setelah beberes barang di kamar, kami langsung menyewa motor Pak Taqim untuk berkeliling pulau. Harga sewa motor per hari 50 ribu saja. Tujuan pertama adalah Bukit Joko Tuwo, sebuah bukit di sebelah utara Pulau Karimun Jawa. Dari sini, fellow travelers bisa melihat panorama Pulau Karimun Jawa dari ketinggian. Dari lokasi homestay kami, Bukit Joko Tuwo ini tidak terlalu jauh. Cuma, kondisi jalanan yang menanjak dan rusak membuat kami harus berhati-hati kalau ga mau motornya kepleset. Setelah memarkirkan motor, kami pun lanjut menaiki tangga untuk mencapai bukit.

Di bawah sebuah pendopo di Bukit Joko Tuwo ini, terdapat sebuah kerangka ikan paus raksasa dengan panjang sekitar 12m. Ternyata ikan paus ini namanya Joko Tuwo dan jadilah bukitnya dinamakan Bukit Joko Tuwo. Tak hanya kerangka ikan paus, di bukit ini juga terdapat tasbih raksasa. Tapi yang paling mengesankan dari Bukit Joko Tuwo ini adalah panorama Pulau Karimun Jawa yang terlihat sangat cantik dari ketinggian. Kami pun ga mau ketinggalan momen dan langsung foto-foto di atas bukit. Oh iya, katanya Bukit Joko Tuwo ini juga merupakan spot paling cocok untuk menikmati sunset loh.

Tapi kami punya tujuan sendiri untuk menikmati sunset, yaitu di Pantai Ujung Gelam. Untuk mencapai kesana, fellow traveler ikuti saja jalan menuju ke arah bandara Pulau Karimun Jawa. Pantai ini letaknya di Dusun Alang-Alang dan masuk sedikit ke arah pedalaman hutan-hutan. Pantai Ujung Gelam ini juga terkenal sebagai sunset spot, jadi ga heran banyak orang yang kesana sore itu.

Kesan pertama saya di Pantai Ujung Gelam, ya ampun pasirnya lembut banget kayak terigu! Ombaknya juga tenang banget, sehingga dimanfaatkan untuk berenang. Banyak juga loh ternyata yang mendirikan tenda dan camping di pantai ini. Sayangnya, saat saya disana, sunset tidak terlalu sempurna karena tertutup oleh awan. Tapi tak apalah, keindahan pantai Ujung Gelam bisa meredakan kekecewaan karena gabisa liat sunset.

Karena saat keluar dari Pantai Ujung Gelam perut kami sudah keroncongan dan waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, kami pun segera meluncur ke alun-alun Pulau Karimun Jawa yang katanya akan ada banyak sekali penjual seafood setiap malamnya. Saat tiba disana, ternyata memang benar, banyak penjual seafood dan jajanan. Pengunjung pulau pun terlihat ramai menikmati makanan di alun-alun sambil duduk lesehan. Pilihan pertama kami adalah membeli aneka kerang dan kemudian memesan ikan dan cumi goreng tepung di salah satu penjaja.

Karena saat itu malam minggu dan cukup ramai, makanan kami datangnya pun lumayan lama. Tapi pas sudah dateng dan mencicipinya, ya ampun enak banget! Like seriously, second best seafood that I’ve ever tasted! Cumi goreng tepungnya enak banget, meskipun agak sedikit alot. Sambelnya ada 2 jenis, sambel terasi dan sambel cabe kacang. Rasa sambel cabe kacangnya juara sih! Karena gue pribadi ga suka ikan, gue cuma nyicip ikan bakarnya sedikit banget. Kalau ga salah namanya ikan tambak deh. Rasanya? Seger banget ga amis! Percaya ga percaya, setelah selesai makan (pake tangan), tangan gue ga bau amis sama-sekali. Padahal ga cuci tangan pake sabun.

Setelah makan seafood di alun-alun, kami pun pulang ke homestay dan mengistirahatkan diri demi main-main di laut keesokan harinya.

Karena kami banyak mau, ada yang mau snorkeling, ada yang mau mancing, dan ada yang cuma mau main-main di pantai doang, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa kapal sendiri. Dengan bantuan Pak Taqim, kami berhasil mendapatkan kapal berikut dengan 2 orang kru kapal dengan harga 600 ribu, tapi diluar parkir di setiap pulau dan alat snorkeling. Karena yang cuma mau snorkeling saya dan adik saya doang, akhirnya sewa alat snorkeling dua set deh dengan harga 35 ribu per set.

Pagi jam 8 kami sudah standby di dermaga barat dan kemudian disamperin sama kru kapalnya. Setelah sarapan dan beli jajanan buat di kapal di Warung Bu Ester (beli roti jangan lupa biar ikan-ikan hias pada nyamperin), kami akhirnya berangkat melaut. Ga lama sekitar 30 menit, kami pun turun di spot snorkeling pertama, yaitu di sekitar Pulau Menjangan Kecil. Ternyata sudah ada beberapa kapal yang menurunkan jangkar disana untuk snorkeling juga.

Saya pun langsung memasang amunisi snorkeling, yaitu goggles dan pelampung. Yah maklum masih pake pelampung, belum ahli hahaha. Dan byuuurrr…. masuklah saya ke dalam laut. Pas masukin kepala ke dalem air, wuiiih keren banget! Banyak banget ikan-ikan hias dan terumbu karang warna-warni. Beda banget sama pemandangan snorkeling saya di Pulau Pari yang ga keliatan apa-apa :p

Saya kan kepengen banget tuh foto sambil megang karang atau yang agak daleman dikit biar ala ala foto underwater, tapi pas coba nyelem tanpa pake pelampung gagal mulu, selalu ga bisa masuk lebih dalam lagi. Yaudah karena hopeless dan kru kapalnya sedih ngeliat saya gagal mulu, akhirnya dia nawarin diri buat bantuin dengan cara menenggelamkan saya. Akhirnya saya iyain kan tuh, awalnya ketakutan karena takut kesedek air laut, tapi demi foto ala-ala. Setelah disuruh ambil napas, kepala saya pun diteken sama si mas-mas dan bener saya tenggelem dong hahaha. Tapi lumayan lah dapet foto yang agak ‘dalem’.

Setelah sejam di spot Pulau Menjangan Kecil, kami pun pindah ke lokasi untuk mancing. Lumayan jauh lokasinya, mana ombak lumayan tinggi. Saya pun hampir mabok laut lagi, tapi ditahan-tahan dan dilawan pake tidur. Tapi pas tidur pun oleng sana-sini.

Nungguin orang mancing pun bosenin banget. Asli mati gaya. Mana pada ga dapet-dapet kan udah sejam lebih. Akhirnya karena udah ga tahan dengan ombak pun dan cuma dapet beberapa ekor ikan, kami memutuskan untuk pindah ke tujuan berikutnya, yaitu Pulau Cemara Kecil. 45 menit lagi di tengah laut, akhirnya kami tiba di Pulau Cemara Kecil. Ya ampuun airnya jernih banget, turqoise gitu bagus banget deh!

Karena kapal ga bisa diparkir di pinggir pantai, kami pun akhirnya harus berjalan ke tepi pantai. Pas turunin kaki ke laut, pasirnya lembut banget bener-bener kayak terigu. Akhirnya kami pun berjalan ke tepi pantai nenteng-nenteng bawaan kayak korban kebanjiran sepinggang. Tapi ini banjirnya biru hehehe.

Setelah sampai di pantai, kami pun mencari spot di bawah pohon untuk menggelar tikar dan makan siang. Menu makan siang waktu itu adalah nasi bungkus yang dibawa dari Warung Bu Ester tadi. Kalau fellow traveler ikut paket tour, ga perlu pusing mau makan siang apa karena emang disediakan kok sama mereka, yakni ikan bakar yang di bakar di pulau saat itu juga.

Pulau Cemara Kecil ini merupakan pulau tak berpenghuni. Menurut penjelasan kru kapal saya, di pulau ini cuma tinggal penjaga pulau. Tapi tenang aja ada warung kok yang menjual kopi, teh, ataupun popmie. Mungkin si penjaga pulaunya ini yang buka warung kali ya.

Setelah makan, saya dan adik saya pun langsung keliling pulau buat cari spot untuk foto-foto. Favorit kami adalah di ujung pulau sebelah kiri yang ada hamparan pasir putih menjorok. Kami pun foto-foto lama banget disana, ada kali 45 menit hahaha. Tadinya saya mau masuk lagi ke laut buat mainan air, tapi sayang baju udah kering.

Puas makan, foto-foto, jajan kopi, mainan pasir, dan leyeh-leyeh di Pulau Cemara Kecil, kami pun akhirnya kembali melaut lagi. Tujuannya pun mancing lagi. Padahal mah ga dapet-dapet lagi dan ombak makin kenceng. Setelah pasrah ga dapet ikan banyak, kami pun akhirnya ke spot snorkeling terakhir, yakni di dekat Pulau Karimun Jawa sekalian balik. Padahal saya pengen banget ke Pulau Menjangan Besar ke penangkaran hiu itu, tapi Bunda kekeuh banget saya ga boleh kesana. Yah padahal tinggal sejengkal lagi buat mencoret bucket list saya buat berenang sama hiu 😦

Di spot snorkeling yang terakhir ini, pemandangannya ga sebagus di spot pertama. Ikan-ikannya juga kurang banyak, mungkin karena udah sore kali ya (ada hubungannya ga?). Tapi tetep aja hampir sejam kami berenang-renang disitu. Tapi karena udah sore, anginnya makin kenceng dan kami pun mulai kedinginan. Gigi saya aja gemerutuk saking dinginnya. Karena udah ga tahan dingin lagi, akhirnya sekitar jam 5 kurang kami pun kembali ke dermaga.

Puas ga puas sih ya, karena cuma dikit banget spot yang didatengin. Padahal sebenarnya banyak banget pulau-pulau bagus di sekitar Pulau Karimun Jawa yang udah saya listkayak Pulau Geleang, Pulau Cemara Besar, Pulau Tengah, Pulau Menjangan Besar, dan masih banyak lainnya. Tapi karena pada mau mancing, yaudah waktunya habis di mancing. Padahal dapetnya dikit 😦

Malam harinya, kami pun makan malam dengan menu ikan bakar yang barusan dipancing. Karena saya ga suka ikan, makanya dibeliin lagi cumi goreng tepung di alun-alun sekalian beli sambel kacang super enak. Abis itu tidur deh, karena besok pagi harinya, kami harus kembali ke Jepara.

Jam 11 pagi kami pun sudah siap di dermaga untuk kembali ke Jepara dengan menggunakan kapal Express Bahari lagi. See you when I see you, Karimun Jawa! I’m surely will be back to explore more 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Karimun Jawa, A Little Piece of Heaven on Earth

  1. Pingback: Central Java Road Trip: Sekali Merengkuh, Dua Tiga Kota Disinggahi | Travel and Word

  2. Pingback: Ini Dia Beberapa Hal Yang Hanya Bisa Kamu Dapatkan Saat Berkunjung Di Karimunjawa, Apa Saja Itu? | tekOOO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s